Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Tuesday, April 8, 2008

Selamatkan Bumi Kita

Berlibur (sumber:www. wwf.or.id)

Hindari bepergian dengan pesawat udara jika memungkinkan - perjalanan udara memerlukan jumlah bahan bakar yang sangat besar dan dapat menimbulkan efek rumah kaca.

Buanglah sampah secara bertanggung jawab - ini dapat berbahaya bagi kehidupan liar

Gunakan kembali handuk-handuk dan berpartisipasilah dalam setiap langkah penghematan yang dilakukan oleh hotel

Buanglah sampah sanitasi secara benar. Jangan membuang cotton buds, kondom, tampon dan plastik ke dalam toilet - atau anda akan menemukannya kembali di pantai saat kunjungan anda berikutnya

Ambil semua sampah rumah tangga di pantai - penyu seringkali terbunuh oleh sampah plastik yang seringkali keliru dianggap sebagai ubur-ubur oleh penyu. Banyak sampah berbahaya yang memerlukan waktu tahunan untuk diurai.

Hargai alam Jangan ikut berpartisipasi dalam kegiatan berburu atau memancing kecuali jika kegiatan tersebut bertujuan untuk ambil bagian dalam rencana pengelolaan yang lebih efektif.

Jangan tergoda untuk menyentuh binatang/hewan liar dan menganggu habitat baik di darat, pantai maupun dalam laut

Berhati-hatilah saat memilih suvenir untuk dibawa pulang. Banyak spesies dari koral sampai gajah dan alligator terancam kepunahan karena mereka banyak diambil untuk suvenir.

Kapal boat dan jet-ski menimbulkan polusi suara dan kimia yang akan mengganggu kehidupan liar - jangan biarkan mesin terus-terusan menyala jika tidak digunakan

Jika anda berlayar, berselancar atau berselancar angin, jagalah jarak paling tidak 100m dari sarang anjing laut atau burung laut agar tidak menganggu mereka.

Hemat energi
Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah penanda standby menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik.
Artinya Anda terus berkontribusi pada pemanasan global.
Pilihlah perlengkapan elektronik serta lampu yang hemat energi
Saat matahari bersinar hindari penggunaan mesin pengering, jemur dan biarkan pakaian kering secara alami.

Hemat air
Matikan keran saat sedang menggosok gigi
Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman
Segera perbaiki keran yang bocor - keran bocor menumpahkan air bersih hingga 13 liter air per hari Jika mungkin mandilah dengan menggunakan shower.
Mandi berendam merupakan cara yang paling boros air.

Hemat kayu dan kertas
Selalu gunakan kertas di kedua sisinya
Gunakan kembali amplop bekas
Kurangi, pakai lagi dan daur ulang (Reduce, Reuse and Recycle)
Bantulah mengurangi tumpukan sampah dunia
Jangan gunakan produk 'sekali pakai' seperti piring dan sendok kertas atau pisau, garpu dan cangkir plastik
Gunakan baterai isi ulang
Pilih kalkulator bertenaga surya
Simpan makanan dalam wadah keramik

Monday, April 7, 2008

Takakura Home Method

  1. Mula-mula siapkan bakteri padat sesuai dengan kapasitas wadah/keranjang yang akan kita pakai. (bakteri padat di Bandung bisa dibeli di Jl. Kemuning 25, di Balikapapn bisa dibeli di Prapatan Dalam)
  2. Siapkan sebuah keranjang kapasitas 10 kg (bisa dari plastik, anyaman bambu, kardus atau bahan lainnya yang tidak mudah hancur kena air), tutupi seluruh sisinya dengan kardus (bagian alas dan tutupnya dibiarkan terbuka).
  3. Buatkan bantalan sekam 2 buah berukuran masing-masing sesuai dengan luas alas dan luas permukaan tutup.
  4. Bahan bantalan terbuat dari jaring plastik yang anyamannya jarang lalu dimasukkan sekam di dalamnya, lalu ujung-ujungnya ditutup rapat. Satu bantal diletakkan di bagian alas keranjang satu lagi disimpan untuk tutupnya.
  5. Setelah itu, masukkan bahan kompos kering ke dalam keranjang tersebut, tutup dengan bantalan sekam, lalu tutup dengan kain lalu tutup dengan penutup keranjang tersebut. Kalau tidak ada tutup dapat diganti dengan keset atau kardus.
  6. Gali lubang dengan menggunakan peralatan cetok tepat di tengah kompos yang sudah jadi, sehingga terbentuk lubang. Gali sesuai jumlah sampah yang akan dimasukkan.
  7. Sampah yang boleh masuk : sampah sayur baru, sisa sayur basi, sisa nasi basi, sisa makanan pagi, siang, malam, sampah buah (anggur, kulit jeruk, apel, dll) kecuali kulit buah yang keras, sampah ikan laut atau ikan tawar atau daging
  8. Masukkan sampah yang sudah dicacah halus tepat di lubang yang digali tadi, kemudian tusuk-tusuk sampah sampai masuk ke dalam kompos. Sampah yang akan dimasukkan diusahakan sampah baru atau sampah yang berumur 1 hari.
  9. Timbun sampah yang sudah ditusuk-tusuk tadi dengan menggunakan kompos yang ada di tepian lubang, sehingga sampah tertutupi dengan kompos yang sudah jadi. Tujuannya agar terjadi proses dekomposisi atau pengomposan secara optimal dan mencegah timbulnya larva-larva lalat atau serangga lain.
  10. Tutup kembali dengan menggunakan bantal sekam. Tujuannya untuk menyaring gas-gas dari proses dekomposisi.
  11. Tutup kembali dengan kain, supaya lalat tidak dapat bertelur di dalam keranjang pengolahan sampah yang dapat menimbulkan belatung, serta mencegah metamorfosis dari belatung menjadi lalat, karena lalat tidak dapat keluar dan mati di dalam keranjang.
  12. Hindarkan dari sinar matahari langsung
  13. Hindarkan dari hujan (taruh di tempat teduh)
  14. Cara perawatan : cuci kain penutup satu minggu sekali, bila kompos kering, siram dengan air bersih sambil diaduk, dalam 3-6 bulan kardus harus diganti
  15. Bila keranjang penuh, maka 1/3 dari kompos itu dapat kita ambil dan kita matangkan di taman yang terlindung dari sinar matahari selama kurang lebih 1 bulan, sehingga sisa kompos tersebut dapat kita gunakan sebagai starter awal dalam pengolahan sampah.

Sumber : Mari Bertanggung Jawab terhadap Sampah Yang Kita Hasilkan, Tim Aksi Lingkungan Hidup, Bandung.

Sampah (lagi)

Sampah semakin banyak

  1. Menurut Sefrianus Yosep, Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat PD Kebersihan, setiap harinya rata-rata jumlah sampah di Kota Bandung sebanyak 5.000 m3, atau sekitar 0,5 kg/orang/hari.
  2. Jika semua sampah di Bandung diangkut dengan truk berukuran 12 m3, dibutuhkan setidaknya 450 truk untuk mengangkutnya.
  3. Di Bandung dalam setahun = besarnya 33 kali Candi Borobudur.
  4. Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 perhari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 perhari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (valume Candi Borobudur = 55.000 m3)

[Bapedalda, 2000]


Sifat setiap jenis sampah :
Sampah Organis
Sifat :

  • dapat membusuk secara alami dalam waktu relatif singkat (beberapa bulan)
  • umumnya tidak beracun (kecuali bila tercampur dengan jenis sampah yang lain)
  • dalam keadaan tertentu : dapat menjadi media bibit penyakit dan menimbulkan bau (bila pengolahannya salah)


Pengolahan :

  • dengan relatif mudah dapat diolah menjadi pupuk (kompos)
  • sampah kertas bisa didaur ulang menjadi kertas kembali


Saran :
usahakan menggunakan sebanyak mungkin bahan organis


Plastik
Sifat :

  • amat sukar membusuk secara alami (waktu penghancuran mencapai ratusan tahun)
  • dibuat dari bahan beracun yang dapat lepas kembali saat digunakan, dibuang atau dibakar
  • tidak menghasilkan bau dan bibit penyakit (bila tidak dicampur dengan sampah organis)

Pengolahan :

  • sebagian kecil jenis plastik bisa didaur ulang (terutama plastik dengan kode 1 dan 2)
  • plastik hanya dapat didaur ulang 1 kali

Saran :
hindari sedapat mungkin terutama bahan-bahan sekali pakai
ingatlah : menggunakan plastik hampir pasti menambah bahan pencemar di bumi ini.

Logam
Sifat :
dapat mengurai secara alami melalui proses pengkaratan (butuh waktu puluhan sampai ratusan tahun)
Pengolahan :
umumnya dapat didaur ulang sampai waktu tak terhingga (kecuali logam campuran)
Saran :
gunakan seperlunya

Kaca/gelas
Sifat :

  • tidak dapat mengurai secara alami
  • ada yang mengandung timbal

Pengolahan :
mudah didaur ulang sampai waktu tak terhingga

Saran :
gunakan seperlunya

Batu baterai
Sifat :

  • mengurai secara alami melalui proses pengkaratan
  • mengandung berbagai logam berat beracun : kadmium, timbal, litium, mangan, merkuri, nikel, perak dan seng
  • pengaratan melepaskan berbagai racun yang dikandung

Pengolahan :
dapat didaur ulang denganteknologi tinggi
Saran :
kurangi sedapat mungkin penggunaannya


Popok sekali pakai (pampers)
Sifat :
tidak dapat mengurai secara alami
mengandung banyak bibit penyakit (termasuk sisa dari vaksin polio atau hepatitis)
Pengolahan :
tidak dapt didaur ulang
Saran :
kurangi sedapat mungkin, gunakan popok kain